Walhi Jambi Sebut Perusahaan Yang Terbakar di 2015, Terulang Lagi di 2019



Lahan PT.BEP Tahun 2015 - Dok.WALHI Jambi

Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Jambi yang terus meluas Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Jambi menyebutkan sejumlah perusahaan yang lahannya terjadi kebakaran di 2015 lalu pada 2019 kembali terbakar.
Ketua Walhi Jambi, Rudiansyah mengatakan perusahaan tersebut saat ini lahanya terulang kembali terbakar. 
"Untuk PT Bahari Gembira Ria (BGR) , PT Bara Ekaprima (BEP), PT Putra Duta Indowood (PDI), PT Pesona, PT Kaswaru Unggul (KU), tahun 2015 terbakar parah, tahun ini juga terbakar hampir setiap tahun terbakar, ini perusahaan harus di cabut ijin nya, pidana dan perdata,"kata Direktur Eksekutif WALHI Jambi, Rudiansyah, Kamis (26/9/2019).
Selain Itu, di tahun ini sejumlah perusahaan yang lahannya terbakar berdasarkan pantauan WALHI per 16 September 2019. "Kalau hasil analisis sementara WALHI Jambi bersama Walestra pakai citra landsat, perusahaan ini terbakar  BGR, KU, REKI, WKS,"ungkapnya.
Kebakaran yang terjadi di Jambi menurut nya mayoritas berada di lahan gambut dan milik konsesi perusahaan baik itu HTI maupun HPH."Kebakaran mendominasi yg terjadi di wilayah gambut,"sebutnya.
Rudi mendesak agar pihak penegak hukum baik kepolisian maupun KLHK untuk benar benar menegakan perannya sebagaimana mestinya."Iya kita minta proses penegakan hukum harus terbuka dan tegas dalam memberikan sangsi kepada perusahaan yang menyebabkan karhutla, dalam hitungan cepat kita menggunakan analisis citra Sentinel 2 bersama lembaga anggota WALHI Jambi Walestra luas kebakaran sekitar 77.144.04 Ha per tgl 20 September,"tandasnya (isw)
Sumber : Jambione

Posting Komentar

[disqus][facebook][blogger]

Author Name

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.