Agustus 2015

Walhi Jambi:
Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Provinsi Jambi, akan menggugat perusahaan yang melakukan pembakaran hutan dan lahan sehingga mengakibatkan derita tahunan kabut asap.

Direktur Eksekutif Walhi, Musri Nauli memgatakan Musri mengatakan, pihaknya menduga kebakaran hutan dan lahan tersebut apakah disengaja agar perusahaan khususnya di Provinsi Jambi mendapatkan asuransi.
"Selama ini pola kebakaran hutan di Jambi selalu sama seperti itu dari tahun ke tahun, selalu di kawasan gambut dan di izin konsesi perkebunan sawit dan hutan tanaman industri (HTI)," katanya.
Ia juga mengatakan saat ini pihaknya sedang melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait maraknya pembakaran hutan khususnya di Provinsi Jambi satu di antaranya adalah Tanjung Jabung Barat.
"Tim dari Walhi saat ini tengah mempelajari itu, ini bisa saja modus dari perusahaan dan setelah itu kita akan melakukan aksi" katanya. (*)

Peran Pemerintah Sangat Penting
Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Provinsi Jambi, akan menggugat perusahaan yang melakukan pembakaran hutan dan lahan sehingga mengakibatkan derita tahunan kabut asap.

Direktur Eksekutif Walhi, Musri Nauli memgatakan Musri mengatakan apabila memang ada perusahaan  tersebut melakukan tindakan membakar hutan dan lahan diareal konsesinya, pemerintah dan aparat penegak hukum segera bertindak.
"Artinya saat ini harus ada peran pemerintah dan aparat penegak hukum. Kalau dibiarkan mereka akan terus meraja lela dan membakar habis lahannya," katanya. (*)

Jambi, LAMPUKUNING.com – Puluhan masa dari serikat Tani Tebo dan Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Jambi Senin (24/08/15), melakukan aksi di depan Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jambi, untuk mendorong agar pihak kejati mengusut tuntas kasus pembunuhan Indra Pelani.
“Kami datang ke Kejati menuntut kepada pihak Kejati agar mengusut tuntas kasus yang menimpa saudara kami, Indra Pelani,” ucap Rudiansyah selaku Manajer Advokasi dan Kampanye Walhi Jambi, Senin (24/08/15).
Lanjutnya, pihaknya dan mahasiswa asal Tebo juga berharap kepada pihak Kejati agar mempertahankan pasal yang menuntut para tersangka, karena pembunuhan Indra Pelani yang sudah direncanakan. Yang dikenakan pasal 338 KUHP dan Pasal 170 ayat (3) KUHP.
“Kita kesinikan hanya memberi suport kepada Kejaksaan untuk mengungkap fakta-fakta sebenarnya yang ada didalam proses pengadilan itu,” tambahnya.
“Kami berharap kepada Kejaksaan untuk secara objektif mempertahankan argumentasi sejak awal, terkait dengan para tersangka ini,” katanya.
Massa Aksi yang tergabung dalam Aksi menuntut penegakkan hukum seberat - beratnya terhadap pelaku pembunuhan aktivitis petani Anggota Serikat Tani Tebo (Photo : WALHI Jambi)
(baca : http://www.walhi-jambi.com/2015/07/workshop-dan-berbagi-pengetahuan.html)

Untuk diketahui, meninggalnya Indra Penali yang merupakan anggota serikat tani Tebo karena di bunuh secara berencana oleh Tim Unit Reaksi Cepat (URC) PT WKS, pada bulan Februari 2015.(*)
Sumber Berita  : http://lampukuning.com/uncategorized/walhi-dan-mahasiswa-tuntut-pelaku-pembunuh-indra-diusut-tuntas/
Reporter : Soleh
Editor : Hardiopes

Akhir-akhir ini kita dikabarkan tentang meninggalnya Indra Pelani di Bukit Rinting, Lubuk Mandarsyah, Tebo. Lokasi meninggalnya kemudian merupakan tempat “antara masyarakat” Lubuk Mandarsyah dengan izin PT. WKS. Group APP sebagai penyuplai bubur kertas dan pemain utama di Indonesia.

Proses hukum tengah berlangsung. Sidang untuk menghadirkan saksi-saksi untuk membuktikan keterlibatan para pelaku tengah dilangsungkan. Proses hukum tinggal menunggu bagaimana pertanggungjawaban para pelaku terhadap peristiwa pembunuhan.

Disisi lain perusahaan “dianggap” bertanggungjawab'. Perusahaan sebagai “induk semang” harus menjaga “anak asuhnya”. Kesalahan anak asuh merupakan tanggungjawab “induk semang”.

Jambi (ANTARA Jambi) - Sembilan anak sungai di Kota Jambi dalam kondisi darurat karena tercemar limbah rumah tangga domestik, kata Kepala Badan Lingkungan Hidup Daerah setempat Evi Primawati.

"Kandungan 'biochemical oxygen demand' (BOD) di sembilan anak sungai dan dua danau di Kota Jambi itu sangat tinggi di atas baku mutu karena tercemar limbah domestik rumah tangga," katanya di Jambi, Jumat.

Ia mengatakan di Kota Jambi terdapat sembilan anak sungai  yang tersebar di sejumlah kecamatan dan dua danau yaitu Danau Sipin dan Danau Teluk.

Ia mengatakan, setiap tiga bulan tim BLHD melakukan uji petik untuk mengetahui seberapa tinggi batas baku mutu air disetiap anak sungai rata-rata kandunganya selalu di atas baku mutu air.

"Tetapi air sungai di Kota Jambi ini tidak ada  yang konsumsi dan gunakan untuk sehari-hari karena masyarakat umumnya menggunakan air dari saluran PDAM," kata dia.

Sidang sebelummnya (4 Agustus 2015) menghadirkan dua orang saksi yang juga merupakan anggota URC,yaitu Febrian dan Jemi Hutabarat,kedua nya bersaksi terhadap ke 5 orang tersangka,yaitu Asmadi,Diepsa Popi Sangka,Ayatullah Khomaini,M.Ridho dan Zaidian,sedangkan untuk tersangka Panji rencana nya hari ini (11 Agustus 2015) akan disidangkan kembali dengan agenda mendengarkan kesaksian ke limaorang tersangka terhadp Panji Krisharyanto,Driver yang bertugas mengendari mobil untuk segala aktivitas Tim URC.
dalam kesaksian sebelumnya,saksi Febrian menyebutkan bahwa setelah kejadian mobil langusng diarahkan keluar menuju Jambi,dan langsung menuju ke Seberang,mereka menginap di rumah Saksi Jemi Hutabarat.
kesaksian ini berbeda dengan apa yang disampaikan oleh saksi sekaligus tersangka Panji,bahwa setibanya di Seberang mereka menginap di rumah kosong,dan keesokan harinya saksi Panji ditinggal para tersangka sendirian.

Manager Operasional PT.MCP Eryanto Junaidi alias Akiet /Jayen Memberikan keterangan  sebagai Manager Operasional Di PT.WKS
Sidang ke tiga kasus pembunuhan aktivis dan petani yang juga anggota kelompok Tani Sakato jaya dan Serikat Tani Tebo (Almarhum Indra Pelani) digelar pada selasa 4 Agustus 2015,dengan agenda mendengarkan kesaksian dari 
1.Manager Operasional PT.Manggala Cipta Persada
  : Eryanto Junaidi (Akiet / Jayen / boss para pelaku)
            2.Koordinator Wilayah Distrik VIII (Yulianto/boss para pelaku)
            3.Koordinator Unit ( Toi Rianto/boss para pelaku)
            4.Febrian (Anggota Unit Reaksi Cepat / Teman Para Pelaku)
           5.Jemi Hutabarat (Anggota Unit Reaksi Cepat /Teman Para Pelaku )
Kelima orang yang menjadi saksi tersebut  memberikan kesaksian dengan kapasitas yang dimilikinya masing – masing,dan kesamaan pekerjaan di PT.Manggala Cipta Persada sebagai Badan Usaha Jasa Pengamanan di PT.Wirakarya Sakti (WKS).Kesaksian yang diberikan para Boss dan teman  pelaku ini terkesan plin – plan,menutupi dan mengada – ada,Eryanto Junaidi sebagai manager operasionla PT.Manggala Cipta Persada mengatakan para pelaku masih menjadi tanggung jawab perusahaannya,selama belum ada keputusan sidang,Eryanto juga menyebutkan kalau URC memang bagian dari PT.Manggala Cipta Persada dan sebagai Security Dinamis yang melakukan patroli diseputaran area konsesi dan membantu pengamanan di Pos

JAMBIUPDATE.COM, JAMBI – Konflik antara masyarakat dengan satwa di Provinsi Jambi sangat tinggi. Rata-rata terjadi 150 kasus dalam setahun. Ini tentu harus menjadi perhatian semua kalangan.

Direktur Eksekutif Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Jambi, Musri Nauli, mengatakan, konflik manusia dan satwa itu sering terjadi di kawasan Taman Nasional Berbak Kabupaten Tanjung Jabung Timur. Kawasan PT LAJ, Bukit 30 Kabupaten Tebo, Taman Nasional Kerinci Seblat dan Tanjungjabung Barat.

“Konflik manusia dan satwa itu yakni Gajah dan Harimau. Hewan lain tidak. Artinya konflik antara satwa dengan manusia terjadi setiap dua hari sekali,” ujar Musri Nauli, kepada jambiupdate.com.

Konflik itu, kata Musri, banyak disebabkan oleh hutan tempat jelajah mereka sudah menjadi jalan umum atau perkebunan. Akibatnya satwa masuk kampung dan bertemu warga konflik pun terjadi.
Mengatasi itu, lanjut Musri, perlu ada ketegasan Pemerintah untuk tidak lagi memberikan izin kepada perusahaan yang ingin membuka perkebunan. Selain itu, hutan yang sudah rusak dikelola dan direhabilitasi. Dengan begitu 10 tahun akan datang hutan yang rusak bisa dinikmati kembali.(fth)






http://jambiupdate.com/artikel-dalam-setahun-terjadi-150-konflik-masyarakat-dengan-satwa-di-provinsi-jambi-ini-penyebabnya-.html

Author Name

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.