Juli 2015

Peristiwa tanggal 27 Februari 2015 merupakan peristiwa yang tidak bisa hilang dari ingatan para petani dan aktivis lingkungan/agraria di Jambi, peristiwa ini menyebabkan telah menghilangkan nyawa Indra Pelani yang merupakan petani dan aktivis agraria Serikat Tani Tebo, Jambi.

Peristiwa ini dilakukan oleh Unit Reaksi Cepat (URC) sebagai petugas keamanan perusahaan PT. Wirakarya Sakti (WKS) yang menggunakan jasa pengamanan dari PT. Manggala Cipta Persada (MCP). Penghilangan nyawa Indra Pelani dilakukan dengan cara pengeroyokan, pemukulan, dan pembunuhan sadis.

Musri Nauli (Direktur Eksekutif Daerah WALHI Jambi) Menyampaikan; Peristiwa kekerasan dan pembunuhan terhadap Indra Pelani tidak bisa dilihat sebagai peristiwa kriminal biasa, ini murni dilakukan oleh pihak perusahaan Wirakarya Sakti (WKS) group Sinarmas Forestry/Asia Pulp and Paper (APP) dengan menggunakan jasa pengamanan Manggala Cipta Persada (MCP).

ASAP MAKIN MENYEBAR
Hujan Buatan tak Effektif, Bom Air perlu digencarkan



JAMBI, KOMPAS – Asap yang ditimbulkan akibat kebakaran hutan dan lahan di Jambi kian menyebar. Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika Jambi memperkirakan , hal ini akan berdampak ke Negara-negara tetangga seiring dengan pergerakan angin yang cenderung ke araha utara.

“Arah angin umumnya bergerak dari tenggara dan selatan. Asap dari Sumatera bisa menuju ke negeri tetangga” Kata Koordinator Bidang Pengkajian dan Informasi BMKG Jambi Kurniangsih.

Direktur Eksekutif Walhi Jambi, Minggu (5/7) di Jambi, menilai upaya pemadaman kebakaran hutan dan lahan di Jambi cenderung dilimpahkan kepada Negara. Sementara tanggungjawab para pemegang konsensi dalam mengantisipasi kebakaran lahan dalam wilayahnya minim dengan dalih keterbatasan alat, tenaga dan factor keamanan.

“Padahal pengamanan hutan dan lahan dari kebakaran merupakan tanggung jawab yang melekat sejak perusahaan mendapatkan izin konsesinya”, ujarnya.


Untuk itu para pemegang konsensi didorong agar sigap mengantisipasi kebakaran lahan di wilayahnya. Kelalaian pemegang konsensi dalam mengatasi masalah tersebut menimbulkan bencana asa yang merugikan masyarakat luas. “Masyarakat tidak mau jadi korban akibat perusahaan tidak bertanggungjawab menjaga lahannya”. Katanya.

Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 30 Juni 2015 bertempat di Aula Gedung Museum Negeri jambi,dibuka oleh Direktur Eksekutif Walhi Jambi,dilanjutkan pemutaran Film yang berdurasi 25 menit yang menceritakan konflik dan perjuangan Almarhum Indra Pelani,

Film ini didokumentasikan Oleh Singapore Institute of international Affairs (SIIA) bersama walhi Jambi menceritakan Penguasaan Sumber Daya Alam oleh koorporasi dan pemilik modal  dengan skala besar yang  sudah menimbulkan  banyak dampak buruk. Penurunan kualitas dan mutu lingkungan hidup dari hadirnya industri membuat daya tampung dan daya dukung lingkungan serta kemampuan lingkungan untuk menampung/menyerap zat energi dan atau komponen lain yang masuk atau dimasukan di dalamnya menurun tajam.Persoalan  kabut asap yang setiap tahun datang dan tentunya memberikan dampak yang sangat buruk bagi kesehatan dan aktivitas sehari - hari,sebagaimana yang kita ketahui bahwa perusahaan sebagai pemegang izin dinilai lalai ketika lahan dan konsesi yang mereka miliki terbakar,dan tidak pernah ada sanksi yang diberikan oleh pemerintahan saat ini atau sebelumnya,walaupun Jokowi sudah berkunjung ke Sungai Tohor (Riau) akan tetapi kunjungan hanyalah kunjungan,karena kita masih menanti sanksi terhadap kasus serupa yang juga terjadi,tidak hanya di Riau,tapi entah kapan?

Author Name

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.