Maret 2015

SUNGAI BATANGHARI TERCEMAR MERKURI
Berpikirlah untuk mewariskan Mata Air , Bukan Air Mata
Kerusakan lingkungan hidup di DAS Batanghari tidak dapat dipisahkan dengan pengelolaan sumberdaya di hulu. Sedimentasi yang tinggi di bagian hilir DAS Batanghari diakibatkan antara lain adanya limbah dari industri yang berada sepanjang alur Sungai Batanghari. DAS Batanghari juga merupakan kawasan yang rawan banjir dan longsor.
Salah satu penyebab pencemaran air di Sungai Batanghari adalah hasil limbah dari kawasan pertambangan (terutama batu bara dan emas) yang membuang limbahnya langsung kebadan sungai. Aktifitas pertambangan di DAS Batanghari telah berlangsung cukup lama dan dilakukan oleh masyarakat maupun perusahaan pertambangan. 

Almarhum Indra Pelani
 Semasa hidup aktif dalam setiap kegiatan Serikat Tani Tebo dan juga membidangi Divisi Pendidikan di Serikat Tani Tebo












Kepada semua pihak terkait
Tragedi pengeroyokan, pembantaian, penculikan dan pembunuhan terhadap anggota Serikat Tani Tebo (STT), Desa Lubuk Mandarsah, Kabupaten Tebo, Indra Pelani, yang diduga dilakukan oleh 7 orang tenaga keamanan Unit Reaksi Cepat (URC) perusahaan Hutan Tanaman Industri PT. Wira Karya Sakti, milik Asia Pulp dan Paper (APP), pada Jumat, 27 Februari 2015, tidak bisa dipisahkan dari adanya konflik lahan berkepanjangan antara PT. WKS dan Desa Lubuk Mandarsah.
Desa Lubuk Mandarsah adalah desa tua yang terdiiri atas beberapa dusun dan diakui pemerintah sejak sekitar tahun 1975, dan mereka berkonflik dengan PT. WKS sejak awal masuknya perusahaan sekitar tahun 2004, atas ribuan hektar lahan. Setelah PT. WKS melakukan panen terhadap akasia, saat ini lebih kurang 100 hektar-nya sudah dikelola oleh masyarakat untuk pertanian tradisional berupa palawija. Antara masyarakat dan PT. WKS juga pernah terlibat bentrok di tahun 2007[i] dimana 12 alat berat perusahaan dibakar dan 9 warga ditangkap dan ditahan. Menteri Kehutanan, MS Kaban pada waktu itu datang ke lokasi, namun persoalan konflik lahan juga tidak terselesaikan dengan baik, sehingga saat tensi dan konflik terus berlangsung hingga saat ini.

PERS RELEASE  

“Usut Tuntas Kebiadapan Unit Reaksi Cepat (URC) PT. WKS terhadap Aktivis Petani Tebo


Konflik yang terjadi antara masyarakat Desa Lubuk Mandarsah Kec. Tengah Ilir Kab. Tebo dengan PT. Wira Karya Sakti (PT. WKS) sebenarnya sudah berlangsung sejak tahun 2006 ketika PT. WKS meminta izin membangun jalan untukkeperluan perusahaan di wilayah Desa Lubuk  Mandarsah. Perselisihan yang berujug konflik ini terjadi karena PT WKS melakukan cara-cara kekerasan yaitu menggusur lahan-lahan masyarakat Desa Lubuk Mandarsah.

Tentang  Pembunuhan Aktivis Petani Tebo
oleh Unit Reaksi Cepat (URC) PT. WKS

“KEKERASAN MASIH MENJADI CARA  PENGUASAAN ATAS HAK HIDUP”

Konflik yang terjadi antara masyarakat Desa Lubuk Mandarsah Kec. Tengah Ilir Kab. Tebo dengan PT. WKS (Wira Karya Sakti) sebenarnya sudah berlangsung sejak tahun 2006. Sejak pihak perusahaan ( PT. WKS) meminta izin untuk membangun jalan bagi keperluan perusahaan di wilayah Desa Lubuk Mandarsah. Perselisihan dan memicu konflik terjadi ketika proses pembangunan jalan yang dilakukan oleh perusahaan ternyata menggusur lahan-lahan masyarakat Desa Lubuk Mandarsah.


Kalangan aktivis lingkungan di Jambi menilai, tewasnya Indra (21), anggota Serikat Tani Tebo, sebagai pembunuhan terencana oleh petugas keamanan di areal konsesi PT Wira Karya Sakti, anak usaha Sinarmas Forestry. Polisi masih mengejar pelaku dan menelusuri latar belakang pembunuhan itu.

Aktivis Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Jambi, Rudiansyah, kepada pers di 


Jambi, Senin (2/3/2015), meyakini pengeroyokan terhadap Indra telah direncanakan oleh tujuh petugas keamanan yang bertugas di Pos 803, dalam areal konsesi hutan tanaman industri PT Wira Karya Sakti (WKS) di Lubuk Mandarsah, Kabupaten Tebo, Jambi.

Indra, anggota Serikat Petani Tebo, Provinsi Jambi, ditemukan tewas setelah 16 jam hilang. Indra diduga diculik dan dikeroyok tim keamanan kontrak PT WKS, Sabtu (Kompas, 2/3/2015).

Dia menjelaskan, Indra dikeroyok saat hendak melewati pos portal perusahaan, Jumat (27/2) sore. Indra berkendara dengan Nick Karim, aktivis Walhi Jambi. Saat itu, petugas tidak mengusik Nick. Malah Nick sempat berusaha menolong Indra. Nick lalu ke desa terdekat meminta pertolongan. ”Dari sini sudah jelas, para petugas telah menjadikan Indra sebagai target,” ujarnya.

Sewaktu massa petani mendatangi pos portal untuk memberikan pertolongan, Indra tidak ada. Petugas yang masih tersisa di pos mengatakan, Indra dibawa ke arah Distrik 8 dengan mobil bak terbuka. Jasad Indra ditemukan keesokan harinya, setelah salah satu pelaku menghubungi rekannya dan mengatakan tubuh Indra ada di distrik itu.

Direktur Walhi Jambi Musri Nauli mendesak polisi mengusut kasus ini hingga tuntas. Hal senada dikemukakan Sekretaris Jenderal Konsorsium Pembaruan Agraria Iwan Nurdin.

Taufik Qurochman dari Humas PT WKS mengatakan, telah menindak tegas dengan memecat 10 anggota stafnya, yaitu 7 petugas keamanan di Pos 803, 2 komandan sekuriti, dan kepala sekuriti Distrik 8.

Terkait peristiwa itu, Kepala Satuan Reserse Kriminal Kepolisian Resor Tebo Ajun Komisaris Ridwan Hutagaol mengatakan, masih terus mencari pelaku. Pencarian meluas ke luar Tebo. (ITA)

Editor: Caroline Damanik
SumberKOMPAS CETAK

JAMBI - Direktur Eksekutif Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Jambi, Musri Nauli, menyebut apa yang dialami oleh Indra, anggota Serikat Petani Tebo (SPT), adalah pembunuhan berencana.

Sebelumnya, Jumat (27/2) lalu, Indra dikeroyok oleh tujuh orang Tim URC PT WKS. Usai dikeroyok, Indra dibawa oleh tujuh orang Tim URC tersebut, hingga akhirnya ditemukan meninggal dunia, Sabtu (28/2) lalu.

"Melihat fakta-fakta yang ada, ini bukan lagi pengeroyokan, tapi sudah pembunuhan berencana," tegas Nauli, saat menggelar jumpa pers bersama sejumlah wartawan, Senin (2/3).

Sementara itu Rudi, dari Walhi Jambi menambahkan, indikasi tersebut diperkuat dengan sejumlah fakta, salah satunya Nick Karim, rekan Indra pada saat kejadian, malah tidak diganggu oleh Tim URC tersebut.

"Sepertinya korban memang sudah menjadi target, karena Nick Karim yang berboncengan sepeda motor dengan korban, malah tidak diganggu," ujar Rudi.

http://www.metrojambi.com/v1/daerah/34804-musri-nauli-ini-pembunuhan-berencana.html?device=xhtml\

BIADAB
Penggunaan kekerasan didalam Menyelesaikan Konflik


Biadab. Itu kata yang pantas untuk menggambarkan peristiwa terhadap almarhum Indra Kailani, anggota Serikat Petani Tebo. Ormas tani yang memperjuangkan petani di Bukit Rinting, Desa Lubuk Mandarsyah, Kabupaten Tebo tanggal 27 Februari 2015. Pria yang baru berumur 23 tahun tewas dibunuh secara biadab oleh Unit reaksi cepat security PT. WKS.

Tanpa melepaskan motif sesungguhnya yang melatarbelakangi peristiwa, perlakuan terhadap korban merupakan cara-cara biadab yang mengingatkan cara-cara digunakan dalam peristiwa G 30 S/PKI. Perlakuan terhadap almarhum mengingatkan cara-cara kejahatan terhadap kejahatan didalam perang dunia dan kejahatan terhadap HAM.

Musri Nauli

Peristiwa tragis terhadap Indra Kailani, anggota Serikat Tani Tebo (STT) dalam “pembunuhan berencana” oleh Unit Reaksi Cepat security PT. WKS memantik kemarahan mendalam kepada saya. Mengenang gaya anak muda dalam setiap pertemuan kepada korban membuat isak tangis kamipun pecah. Kami terisak-isak mendapatkan kabar terbunuhnya dan proses mencari mayat yang dibuang jauh dari lokasi permulaan keributan.

Ya. Interaksi saya dengan almarhum sejak 2 tahun terakhir ini membuat proses advokasi Lubuk Mandarsyah, Tebo dengan PT. WKS menjadi lebih berarti. Tubuhnya biasa-biasa saja dengan kulit hitam namun bersih. Sebagai anak muda, tentu saja gaya rambut tidak pernah ketinggalan mode. Dengan rambut dilecek disisi kiri dan sisi kanan namun tengah rambut ditarik ke atas mengingatkan gaya rambut Becham ketika sedang berjaya-jaya di Manchester United.

Pada hari Jum’at tanggal 27 Februari 2015, masyarakat anggota kelompok tani sekato jaya bersama dengan pendamping tidak diperbolehkan masuk oleh security (Zulkifli) dan URC (unit reaksi cepat) PT. Wirakarya Sakti (APP Group) yang jaga di pos kembar 803 dengan alasan harus ada izin dari perusahaan, pada saat bersama tersebut ada juga Ketua Kelompok Tani Sekato Jaya (M.Jais), saudara Dodi bersama dengan M.Jais mendatangkan pos security untuk meminta surat perintah dari perusahaan bahawa masyarakat tidak boleh masuk melewati pos security, pihak security juga tidak bisa menunjukan surat tersebut dan tetap tidak mau membuka portal. Akhirnya pihak security menyampaikan atau semacam anjuran apa bila mau masuk buka portal sendiri saja, dan ketua kelompok tani sekato jaya membuka portal tersebut sehingga mobil mitsubhisi L300 pick up yang membawak peralatan masak dan sembako untuk syukuran/doa panen raya untuk bisa masukan.

Author Name

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.