Juni 2014


Peta Indikatif Penundaan Izin Baru (PIPIB) sebagai salah satu implementasi moratorium  kehutanan  telah  mengalami revisi keenam kalinya. Pada peta revisi keenam yang disahkan Menteri Kehutanan pada 13 Mei 2014, ada pengurangan luas kawasan hutan yang dimoratorium sebesar 575.809 hektar.

Direktur Inventarisasi dan Pemantauan Sumberdaya Hutan Direktorat Jenderal Planologi Kemenhut Yuyu Rahayu dalamseminar tentang moratorium yang digelar Walhi di Jakarta pada Rabu kemarin (25/06) mengatakan perubahan luasan tersebut karena berbagai hal, antara lain karena pemutakhiran dan perkembangan data, laporan  hasil survey dan  konfirmasi perizinan.


Akhir-akhir ini kita disuguhkan konflik[3] yang disebabkan “salah urus” pengelolaan sumber daya alam. Konflik yang disebabkan “salah urus” negara didalam mengelola sumber daya alam meninggalkan persoalan yang menganga dan jurang yang semakin dalam.

Salah urus di Jambi disebabkan adanya ketimpangan penguasaan sumber daya alam. Kebijakan negara didalam menetapkan kawasan merupakan muara pertama dari ketimpangan penguasaan sumber dayalam.

Pertama. Luas kawasan hutan Jambi berdasarkan SK Menteri Kehutanan dan Perkebunan[4]adalah 2.179.440 Ha dengan rincian sebagai berikut :



Seminar yang dilakukan oleh Walhi Jambi kali ini melibatkan 7 Desa dengan perwakilan 14 peserta di 3 Kabupaten (Muaro Jambi, Tanjung Jabung Barat dan Tanjung jabung Timur) ,perwakilan LSM 7 Peserta, Akademisi  1, MUI 1 peserta dan perwakilan dari pers 1 orang.  Dengan jumlah peserta yang hadir dalam kegiatan seminar berjumlah  31 Peserta.
Pelibatan 7 perwakilan Desa yang diundang dalam acara seminar tersebut sebelumnya telah dilakukan perifikasi. Dalam penentuan prioritas Desa-desa yang akan dilibatkan, adalah Desa yang tengah dan telah melakukan proses penyelesaian konflik sumber daya alam dengan menggunakan model penyelesaian adat ditempat masing-masing.


Agenda kegiatan Pendidikan Kader Rakyat Dasar 2  ini dilakukan pada tanggal 18-20 Juni 2014, berlokasi di balai pelatihan Mitra Aksi, Pijoan Jambi. Dengan melibatkan perwakilan-perwakilan di 15 Desa dari 4 Kabupaten (Muaro Jambi, Tanjung Jabung Barat, Tanjung Jabung Timur dan Tebo).
Jumlah keseluruhan peserta yang mengikuti kegiatan tersebut sebanyak 25 peserta, termasuk juga fasilitator Nasional Oslan Purba (Walhi Nasional) dan Fasilitator Daerah Rudiansyah (Walhi Jambi).


Kerusakan Lingkungan 
Merkuri Cemari Sungai Batanghari 

JAMBI, KOMPAS — Penambangan emas liar diduga sebagai sumber utama 
pencemaran di Sungai Batanghari, Jambi. Aktivis lingkungan mendesak 
pemerintah segera menguji kandungan merkuri dalam sungai yang selama ini 
dimanfaatkan sebagai bahan baku kebutuhan air minum masyarakat. 



Dalam memperingati hari lingkungan hidup yang jatuh pada setiap tanggal 5 Juni 2014, Walhi  Jambi  bersama komunitas generasi hijau, Sispala dan Mapala mengadakan kegiatan bersama. Kegiatan yang dilakukan untu memperingati hari lingkungan tersebut baru bisa dilakukan pada tanggal 15 Juni 2014 dimulai pada pukul 07 – 11 Wib  dengan beberapa kegiatan.


Ini bukan tentang visi misi Gubernur Jambi Hasan Basri Agus dan Wakilnya, Fachrori Umar. Bukan pula soal Jambi Emas jilid II pada 2015 yang mulai digadang-gadang. Ini soal emas sungguhan. Ya emas, sebagai komoditas pertambangan yang ternyata (pernah) melimpah ruah di tanah Jambe. Inilah, Swarnadwipa!
Catatan-catatan masa lampau menyebut pulau Sumatera sebagai Swarnadwipa. Daratan yang memiliki banyak emas. Ambil contoh prasasti Nalanda di India. Prasasti yang menyebutkan bahwa Balaputradewa adalah maharaja penguasa Swarnadwipa nama lain Sumatera ketika itu.
Ada pula seorang portugis, Tome Pires yang pada 1512 menyebut bahwa komoditas ekspor Jambi kala itu adalah kayu gaharu dan emas.

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Memperingati hari lingkungan hidup yang jatuh pada 5 Juni lalu, Walhi Jambi bersama anggota mudanya mengadakan pembacaan puisi dan performance art di depan kantor RRI Telanaipura Minggu (15/6). Kegiatan ini lebih kepada pentas seni yang membawa pesan untuk mencintai lingkungan
"Dari Jam 6 tadi kita bersiap, mudah-mudahan tidak hujan," kata Dwi, anggota Walhi melihat langit yang semakin mendung.



http://jambi.tribunnews.com/2014/06/15/walhi-jambi-gelat-aksi-di-telanaipura

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Walhi mengadakan buka bersama, diskusi sekaligus nonton bareng debat capres terakhir di sekretariatnya. Nobar dihadiri kalangan sispala dan mapala, petani dan warga setempat, pada Sabtu (5/7).

 

Sebelum nobar beberapa perwakilan dari organisasi LBHL, Persatuan Tani Tebo dan Warsi memaparkan data-data terkait sumber daya alam di Jambi. "Kami butuh pemimpin yang punya langkah konkrit, bukan hanya rencana," kata Novendri dari LBHL.



http://jambi.tribunnews.com/2014/07/06/nobar-debat-capres-terakhir-di-walhi

Situasi kehidupan  sosial saat ini  sedang berjalan  dengan  penuh dengan tekanan-tekanan baru, menggantikan cara lama dan menampilkan wajah-wajah baru. Wajah-wajah manusia yang tertampil dalam beraneka ragam bentuk dan rupa. Memunculkan  peradabanyang bukan hanya mengubah cara bekerja, cara bicara, namun juga membentuk suatu tatanan baru yang terbungkus dalam kepentingan tatanan sosial, ekonomi, poitik dan budaya baru yang pada akhirnya membentuk tatanan struktur manusia lama menuju manusia baru.


Berawal dari kehilafan seluruh masyarakat  yang telah begitu saja menyerahkan beberapa hektar tanah kepada pihak perusahaan perkebunan kelapa sawit di Desa mereka dan berawal dari itu jugalah, dengan mudah nasib kehidupan ekonomi mereka digantung oleh perusahaan yang kini menjadi penguasa  atas tanah yang  dulunya mereka miliki.


Siaran Pers Hari Lingkungan Hidup
 “Penyelamatan Lingkungan Hidup dan Pengelolaan Sumbersumber Kehidupan dari ancaman Industri ekstraktif Rakus Ruang”
Walhi Jambi
Jambi , 5 Juni 2014. Suasana menjelang Pemilihan Presiden 2014 sudah mulai terasa. Namun terlepas dari suasana Pemilihan Presiden 2014, Pemimpin baru Indonesia harus memiliki komitmen yang jelas terhadap Penyelamatan Lingkungan Hidup dan pengelolaan sumber – sumber kehidupan dari Industri rakus ruang yang terus mengancam setiap waktu dan mengancam  setiap jengkal wilayah kelola rakyat.

Author Name

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.