November 2013


Medan12 November 2013Merasakan langsung  persoalan lingkungan dan konflik yang berlarut, masyarakat korban perkebunan kelapa sawit dan pemerhati lingkungan dari beberapa Provinsi dan Nasional menggelar aksi bersama di lokasi pertemuan Forum Internasional RSPO di Medan Sumatera Utara.
Seperti halnya Isnadi Esman yang ditemui ditengah aksi demonstrasi Sekjend Jaringan Masyarakat Gambut Riau (JMGJ) mengungkapkan “dalam siaran pers bahwa Provinsi Riau yang memiliki luas Gambut  4,04 juta hektar saat ini 60 %,telah mengalami kerusakan, akibat perkebunan skala besar seperti  Perkebunan sawit, dengan melakukan pembukaan wilayah besar-besaran menggunakan system kanalisasi memicu terjadinya subsidence atau penurunan permukaan gambut di provinsi pemilik 56% hutan gambut Sumatra ini, akibatnya abrasi setiap tahun bisa sampai 10 meter mengurangi daratan. Penghancuran lahan gambut juga juga menimbulkan persoalan serius seperti kebakaran hutan setiap tahun”.


Jakarta, Selasa 20 Nopember 2013. Pengadilan Negeri Jakarta Pusat menggelar sidang pertama gugatan kebakaran hutan di propinsi riau dan Propinsi jambi. Sidang pertama ini dihadiri langsung oleh perwakilan masyarakat juga Deputi Direktur Walhi daerah Riau dan direktur eksekutif walhi daerah Jambi. Kedua daerah ini merupakan provinsi yang mengalami kebakaran hutan penyebab kabut asap hingga ke Singapura dan malaysia bulan Juni yang lalu . sejumlah kepala daerah dari Riau dan Jambi ikut menjadi tergugat bersama Presiden dan beberapa kementerian terkait dalam gugatan yang diajukan oleh WALHI ini, WALHI mengajukan upaya hukum gugatan perdata untuk kembali mengingatkan pemerintah atas kewajiban konstitusionalnya, untuk menjamin hak hidup termasuk didalamnya hak atas lingkungan hidup yang sehat dan baik sebagai hak asasi manusia.

Author Name

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.