November 2010


Senyerang, Tanjab Barat, Jambi (21/11/2010). Petani Kelurahan Senyerang yang tergabung dalam Persatuan Petani Jambi (PPJ), kemarin telah menentukan pilihan atas tiga opsi yang ditawarkan Pemerintah terkait konflik lahan adat seluas 7.224 ha yang dirampas PT Wira Karya Sakti (Sinar Mas).

Pilihan petani berisikan 4 point penting, yaitu: 1) Warga bersedia mengelola lahan dengan pola kemitraan dengan syarat-syarat; (a) jenis tanaman adalah karet unggul, (b) proses pembangunan sejak awal wajib melibatkan masyarakat Senyerang dan memperoleh upah yang sesuai; 2) Luas areal yang dimohon seluas ± 7.224 ha di kanal 1 – 19; 3) Dalam hal pembagian atau pemberian pada masyarakat, yang boleh memungut hasil dikoordinasikan oleh PPJ Senyerang dan diketahui oleh Camat Senyerang, Lurah Senyerang, Tokoh Adat dan Tokoh Masyarakat. Hasil dari kebun karet tersebut 100 parsen diperuntukkan bagi masyarakat; dan 4) Pelaksanaan karet unggul ini paling lambat dilaksanakan pada Januari 2011.



SOLIDARITAS KORBAN PT WKS
Persatuan Petani Jambi (PPJ), WALHI Jambi, KKI-WARSI, Front Mahasiswa Nasional (FMN), Konsorsium Pembaruan Agraria (KPA) Jambi 

JAMBI, (9/6/2010) -- Isi sila kedua Pancasila, menyebutkan dengan jelas “Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab”. Insiden penembakan dan pembunuhan terhadap warga Senyerang Kab. Tanjungjabung Barat – Jambi oleh aparat Brimob bayaran PT Wira Karya Sakti (Sinar Mas) patut dipertanyakan kembali; “Apakah Kepolisian mulai redup mengamalkan Pancasila, ataukah polisi lupa bahwa mereka bukanlah institusi yang digaji untuk menembaki rakyat yang sedang memperjuangkan tanahnya”.

Hak-hak hidup layak dan Nyawa rakyat kecil seolah-olah tak ada harganya. Setelah merampas tanah rakyat Jambi seluas 81.000 Ha, kemarin (8/11/2010), sekitar pukul 13.30 WIB, PT WKS melalui aparat Brimob bayaran melanjutkan penembakan terhadap warga Senyerang Kab. Tanjungjabung Barat – Jambi yang sedang melakukan Aksi Blokade Sungai Pengabuan. Aksi Blokade ini bertujuan untuk menghentikan sementara produksi bubur kertas (Pulp & Paper) PT WKS sampai ada kejelasan terhadap lahan mereka yang dirampas seluas 7.224 Ha. Insiden ini telah menewas seorang Warga Bapak Ahmad (40) dan, tiga orang warga lainnya terluka parah. Keempat korban tersebut telah dibawa ke Rumah Sakit terdekat.


Warga Blokade Jalur Kapal 
  • Kamis (4/11) ratusan warga Senyerang memblokade jalur kapal milik PT WKS. Ini buntut Sengketa lahan seluas 7.224 hektare. 
  • Sebanyak 30 Pompong disebar diperariran untuk mencegat kapal yang melintas. Jika itu kapal milik warga dipersilakan melintas.  
  • Makin hari, warga tambah banyak mencapai 1.500 orang . mereka mendirikan kemah & membekali diri dengan senjata tajam, juga bom Molotov.  
  • Polisi berjaga-jaga di sekitar lokasi blokade, hingga kemarin, kondisi masih aman, tidak ada tanda-tanda anarkis. Perusahaan, PT WKS & PT LPPI mengalami kerugian besar.

Author Name

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.