Juli 2010


TEMPO Interaktif, Jambi - Sebanyak 25 lembaga swadaya masyarakat (LSM), baik lokal maupun internasional menolak pembukaan kawasan Hutan Tanaman Industri (HTI) yang akan dilakukan perusahaan Group Sinar Mas, berlokasi di kawasan Desa Pemayungan, Kecamatan Sumay, Kabupaten Tebo, Jambi.

Penolakan ini karena kawasan seluas 460,6 ribu hektare tersebut berada dalam kawasan penyangga Taman Nasional Bukit Tigapuluh (TNBT) dan sebagian merupakan hutan adat milik warga desa setempat, sekaligus sebagai habitat berbagai jenis hewan langka dan dilindungi, seperti harimau Sumatera, gajah, tapir serta ratusan jenis flora dan fauna lainnya.

Sebanyak 25 LSM antara lain, KKI Warung Informasi (Warsi), Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi), Green Feace Sea, Floura Fauna Internasional, Harimau Kita, FZS, ZSL dan PKHS, bersatu dan bekerja sama untuk melakukan advokasi mengharapkan pemerintah daerah Provinsi Jambi, pemerintah pusat, dan dunia internasional mendukung mereka menentang pembukaan kawasan HTI di daerah tersebut.

"Kita akan melakukan advokasi dan menentang secara tegas pembangunan HTI di kawasan ini, meminta pemerintah mencabut izin yang telah diberikan, karena tidak hanya merugikan warga masyarakat Desa pemayungan dan sekitarnya, tapi juga dunia internasional", kata Rudi Syaf, Manajer Komunikasi Warsi, pada acara jumpa wartawan di kantor Warsi, Senin (26/7).


Eskalasi konflik agraria di Jambi semakin meningkat, salahsatunya konflik antara para petani di 5 Kabupaten yakni Kabupaten Batanghari, Kabupaten Tebo, Kabupaten Muaro Jambi, Kabupaten Tanjung Jabung Timur dan Kabupaten Tanjung Jabung Barat dengan perusahaan HTI PT. WKS yang sudah lama berlangsung, bentuk akibat nyata belum terselesaikannya konflik tersebut telah bisa kita ambil contoh terjadinya Anarkis warga masyarakat di Lubuk Mandarsah Kecamatan Tebo Ilir Kabupaten Tebo mereka mempertahankan tanah mereka yang akan di gusur dengan membakar 12 alat berat milik PT. WKS dan 9 orang petani menjadi korban di vonis bersalah dan di penjara pada tahun 2008, pada hari ini juga terjadi lagi hal yang hampir sama tapi ini kali ini terjadi Kabupaten Tanjung Jabung Barat masyarakat 6 Desa di kecamatan Sanyerang melakukan rekleaming lahan seluas + 1000 Ha yang sudah di panen / diambil kayunya oleh perusahaan aksi masyarakat tersebut berlangsung hari Senin Tanggal 12 Juli 2010, berdasarkan pengakuan warga masyarakat di desa tersebut yang di klaim oleh HTI PT. WKS adalah lahan masyarakat desa Sanyerang seluas 7224 Ha yang berstatus APL. 

Author Name

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.