Maret 2010


Desa Durian Rambun merupakan Desa yang terletak di sebelah timur Kecamatan Muara Siau. Menurut sejarah adat, Desa Durian Rambun termasuk ke dalam Margo Pesangrahan. Nama Desa Durian Rambun diambil dari kata nama pohon buah yaitu “durian” dan “rambutan”. Pada saat itu masyarakat durian rambun menanam sebuah pohon rambutan. Namun waktu pohon rambutan itu berbuah, buahnya kemudian menjadi dua jenis yaitu buah “durian” dan rambutan”. Sehingga sejak itu nama desa dinamakan Durian Rambun.
Batas Desa menurut Tembo,“sungai maruk atau sungai guguk”, “sungai bilah atau sungai rancan”, “koto rami”, “lubuk birah”. Apabila dihubungkan dengan pemetaan partisipatif maka “sungai maruk atau guguk” adalah sebelah utara, “sungai bilah atau rancan” adalah sebelah selatan, “koto rami” adalah sebelah barat dan “lubuk birah” adalah sebelah timur.


Media Release
11 February 2010
For Immediate Release

Friends of the Earth Australia and WAHLI (Friends of the Earth Indonesia) have come out strongly in opposition to the new Australian-Indonesian Forest Carbon Partnership announced to coincide with the Indonesian President’s visit to Canberra. The REDD (Reducing Emissions through Deforestation and Degradation) trial project will be located in the Jambi province and receive A$30 million in funding from the International Forest Carbon Initiative (IFCI), which is jointly managed by the Department of Climate Change and AusAID. 
‘It is vital to globally reduce carbon emissions from deforestation and forest degradation, however, the international REDD framework fails to address the real drivers of deforestation nor will it reduce global carbon emissions’ said James Goodman from Friends of the Earth Australia.

Author Name

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.