I. PENDAHULUAN

Dalam peristiwa yang terjadi akhir-akhir ini, Orang Rimba telah menjadi issu nasional. Issu tentang keberadaan Orang Rimba dalam konteks Taman Nasional Bukit Dua Belas telah menjadi issu yang secara klasik mempertentangkan tentang fungsi Taman Nasional Bukit Dua Belas dan fungsi Manusia didalam mengelola sumber daya alam. 

Lepas dari perdebatan tentang fungsi Taman Nasional Bukit Dua Belas dan fungsi manusia didalam mengelola sumber daya alam, peristiwa yang terjadi akhir-akhir membuktikan bahwa sudah saatnya fungsi Taman Nasional Bukit Dua Belas dan keberadaan Orang Rimba harus diletakkan dalam konteks yang seharusnya. 

Bahwa terhadap keberadaan orang rimba dalam komunitas di daerah sekitarTaman Nasional Bukit Tiga Belas merupakan dampak dari kebijakan Rencana Perluasan Pengelolaan Taman Nasional Tiga Belas (RPTNBP). Sebagai kebijakan dalam perluasan Taman Nasional, hakekat pengakuan keberadaan Orang Rimbatidak diakui oleh negara. Orang Rimba yang dijadikan obyek dari fungsi Taman Nasional tidak dapat diterima dan menjadi bagian dari hidup dari Hutan.