Forum Perempuan Peduli Hutan Adat dan Pelestarian TNKS Terbentuk di Kabupaten Kerinci

Forum Perempuan Peduli Hutan Adat dan Pelestarian Taman Nasional Kerinci-Seblat Terbentuk di Kabupaten Kerinci/ foto: Istimewa
Kerinci – Hutan penting artinya, baik sebagai sumber kehidupan, sumber penghidupan, serta sebagai sumber pengetahuan. Hal itu pula yang dirasakan para perempuan yang tinggal di bentang alam Kerinci-Seblat, di Kabupaten Kerinci, Jambi.
Menyadari begitu pentingnya keberadaan kawasan hutan bagi kehidupan kaum perempuan, Sabtu tanggal 31 Maret 2018 lalu, bertempat di Balai Desa Koto Tuo Kabupaten Kerinci, para perempuan yang berasal dari 14 (empat belas) desa di Kerinci, menyamakan persepsi dan menggabungkan daya upaya mereka dalam sebuah wadah komunikasi kaum perempuan.
Ini adalah wadah organisasi pertama kaum perempuan yang terbentuk di daerah itu. Mereka memberi nama organisasi ini  “Forum Perempuan Peduli Hutan Adat dan Pelestarian Taman Nasional Kerinci-Seblat”. Forum perempuan ini diketuai oleh Yen Ekawati.
Selain karena kaum perempuan yang ingin terlibat aktif dalam mendukung pengelolaan sumber daya alam secara berkelanjutan yang ada di ruang kehidupannya, mereka juga ingin terlibat aktif dalam mendukung pelestarian kawasan Taman Nasional Kerinci-Seblat yang berada di Kabupaten Kerinci. Dua poin itu menjadi misi dari lahirnya organisasi ini.
Forum Perempuan Peduli Hutan Adat dan Pelestarian Taman Nasional Kerinci-Seblat ini beranggotakan kaum perempuan yang berasal dari 14 desa penyangga Taman Nasional Kerinci-Seblat yang berada di Kabupaten Kerinci. Dalam pembentukannya, para perempuan ini difasilitasi oleh Perkumpulan Walestra, sebuah NGO lingkungan yang berkedudukan di Jambi.
 “Semoga dengan lahirnya Forum Perempuan Peduli Hutan Adat dan Pelestarian Taman Nasional Kerinci-Seblat di Kabupaten Kerinci, dapat menjadi wadah aspirasi dan perjuangan kaum perempuan di dalam merealisasikan kesetaraan hak perempuan dalam pengelolaan sumber daya alam,” kata Riko Kurniawan, Direktur Perkumpulan Walestra.
Forum ini, lanjut dia, juga akan menjadi wadah bagi kaum perempuan dalam mewujudkan pengelolaan sumber daya alam. “Khususnya sumber daya hutan yang ada di ruang kehidupan mereka secara berkelanjutan dan berkeadilan,” pungkasnya.
Sumber : kajanglako.com

Posting Komentar

[disqus][facebook][blogger]

Author Name

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.