SAKSI DARI PT.MCP WKS SEAKAN LUPA INGATAN,SEMOGA HILANG INGATAN

Manager Operasional PT.MCP Eryanto Junaidi alias Akiet /Jayen Memberikan keterangan  sebagai Manager Operasional Di PT.WKS
Sidang ke tiga kasus pembunuhan aktivis dan petani yang juga anggota kelompok Tani Sakato jaya dan Serikat Tani Tebo (Almarhum Indra Pelani) digelar pada selasa 4 Agustus 2015,dengan agenda mendengarkan kesaksian dari 
1.Manager Operasional PT.Manggala Cipta Persada
  : Eryanto Junaidi (Akiet / Jayen / boss para pelaku)
            2.Koordinator Wilayah Distrik VIII (Yulianto/boss para pelaku)
            3.Koordinator Unit ( Toi Rianto/boss para pelaku)
            4.Febrian (Anggota Unit Reaksi Cepat / Teman Para Pelaku)
           5.Jemi Hutabarat (Anggota Unit Reaksi Cepat /Teman Para Pelaku )
Kelima orang yang menjadi saksi tersebut  memberikan kesaksian dengan kapasitas yang dimilikinya masing – masing,dan kesamaan pekerjaan di PT.Manggala Cipta Persada sebagai Badan Usaha Jasa Pengamanan di PT.Wirakarya Sakti (WKS).Kesaksian yang diberikan para Boss dan teman  pelaku ini terkesan plin – plan,menutupi dan mengada – ada,Eryanto Junaidi sebagai manager operasionla PT.Manggala Cipta Persada mengatakan para pelaku masih menjadi tanggung jawab perusahaannya,selama belum ada keputusan sidang,Eryanto juga menyebutkan kalau URC memang bagian dari PT.Manggala Cipta Persada dan sebagai Security Dinamis yang melakukan patroli diseputaran area konsesi dan membantu pengamanan di Pos Penjagaan,tidak disebutkan bahwa URC dibentuk dan dilatih di Camp yang berdampingan dengan wilayah yang berkonflik,sebagai manager Eryanto juga menyebutkan jumlah personil yang ada di URC sebanyak 45 orang,disampaikan pula ketika kejadian beliau sedang berada di Jambi,informasi yang dia terima dari Koordinator wilayah (Yulianto) adalah terjadi pengrusakan pos oleh masyarakat akibat dari perkelahian petani,dan informasi yang dia terima juga menyebutkan bahwa Indra yang berkelahi.
beberapa pertnyaan dari hakim yang dilontarkan kepada Eryanto juga tidak serta merta dijawab,akan tetapi saksi juga sering  meminta jaksa mengulangi pertanyaan nya,entah karena tidak mengerti atau memang ada yang ditutupi.Saksi juga menjelaskan bahwa mobil yang dipakai para pelaku adalah mobil yang di rental dari TRAC,(penyedia jasa kendaraan di PT.WKS) dan  menjadi tanggung jawabnya sebagai manager operasional di PT.Manggala Cipta Persada.


saksi berikutnya adalah Koordinator wilayah (Yulianto) Tipikal boss yang banyak tidak tahunya  (tidak mengetahui)berapa Jumlah anak buahnya (URC) dan selalu terlihat bingung dan linglung seakan lupa ingatan (Semoga lupa Ingatan),bahwa pada saat kejadian Yulianto sedang berada di Jambi dan mendapat kabar darisecurity pos Zulkifli tentang Indra yang menjadi korban pemukulan oleh anggota URC.
Saksi berikutnya adalah Toi Riyanto,pria berbadan tegap dan berambut cepak ini mendapat kabar dari security pos bahwa masyarakat mendatangi pos dan menayakan perihal keberadaan Indra yang terlibat perkelahian dengan URC,pada saat kejadian Toi Riyanto sedang berada di Camp distrik VIII dan  setelah menerima kabar tersebut langsung menghubungi Yulianto selaku koordinator Wilayah,Yulianto selaku koordinator unit juga menyebutkan bahwa dia juga menerima perintah dari koordinator wilayah untuk mem Back Up pos 803 dengan menempatkan URC setelah ada kejadian pemaksaan masuk oleh masyarakat sekitar Jam 11.00 Wib dan alasan back up ini karena padatnya aktivitas di wilayah tersebut,
Salah satu form Back Up yang menyebutkan back up bertujuan untuk antisipasi gangguan kelompok Tani,Bukan padatnya aktivitas
Jika merunut pada laporan invetigasi CSO berdasarkan keterangan dari masyarakat,bahwa security pos jaga pada waktu itu sudah tahu kalau masyarakat akan melakukan panen raya padi pada Sabtu 28 februari (esok hari ) dan mereka yang di stop membawa peralatan masak untuk panen raya,jadi tujuan back up sebenarnya bukanlah untuk menghadapi padatnya aktivitas ,akan tetapi menghadapi gangguan dan panen raya padi masyarakat yang tergabung dalam kelompok tani dan Serikat Tani Tebo.
Tersangka dan  Para boss (Yulianto Melihat Arah Kamera)
Anggota Unit Reaksi cepat yang juga memberikan kesaksian pada sidang ini Febrian menyebutkan bahwa dia yang menyuruh untuk membawa Indra ke Camp distrik VIII untuk di obati,pada saat kejadian Indra sudah berada di samping pos dan disana juga ada dua orang pelaku.
saksi febrian tidak melihat kejadian karena tidur di mobil,sedangkan saksi Jemi hutabarat juga menyatakan bahwa dia sedang tidur,hanya melihat Indra dimasukkan ke dalam mobil,itu saja.
Selain 5 orang saksi tersebut juga dihadirkan saksi lain,Nick Karim,Sari Ningsih,Zulkarnain dan Ibu korban sendiri Nurhayana,kesaksian Nick Karim menjelaskan bahwa korban indra Pelani di pukul ketika di Stop di depan pos 803 tanpa tahu apa yang menjadi penyebabnya,Nick Karim sendiri meminta security pos yang jaga untuk melerai,dan Nick Karim Sendiri akhirnya diamankan oleh masyarakat dan langsung di bawa ke rumah salah seorang warga.
Saksi Sari Ningsih bahwa beberapa hari sebelum kejadian anggota URC sedang berlatih di Jalan dan pada waktu itu Indra Pelani membonceng Sari Ningsih dan dibentak oleh URC yang sedang latihan dan memenuhi jalan,tidak tahu apa penyebabnya karena pada saat itu Indra mengendarai motor dengan pelan dan juga membunyikan klakson ketika lewat,Zulkarnain menambahkan bahwa sebelum kejadian salah seorang tersangka juga menanyakan keberadaan Indra,dengan alasan bahwa Indra menemukan Hand phone miliknya,akan tetapi ketika Zulkarnain mengajak Pelaku untuk menemui Indra pelaku menolak,dan ketika di konfrimasi ke Indra perihal penemuan Hand phone tersebut Indra menyatakan itu tidak benar,bahwa Indra tidak pernah menemukan Hand Phone apalagi Hand phone anggota URC.
Nurhayana,ibu Kandung  korban tak kuasa menahan tangis ketika melihat celana Almarhum yang diperlihatkan kepadanya ketika memberikan kesaksiannya,Nurhayana menjelaskan bahwa sebelum kejadian Almarhum sempat minta dibelikan pulsa untuk menghubungi kawan yang akan di jemput untuk menghadiri acara panen raya padi,itu adalah komunikasi terakhir sebelum almarhum dikabarkan ditemukan dalam kondisi mengenaskan di rawa – rawa dengan kondisi yang tidak manusiawi.
Nurhayana,ibu kandung korban  melihat barang bukti berupa celana yang dipakai korban

Panji Krisharyanto,sopir yang menjadi saksi dan tersangka dalam kasus ini tidak memberikann keterangan pada Selasa 4 Agustus 2015 seperti yang sudah direncanakan pada persidangan sebelumnya,entah skenario apa yang sedang dibuat,sehingga Panji tidak dihadirkan dan memberikan kesaksian,dan rencananya pada Kamis 6 Agustus 2015 sidang digelar kembali dengan menghadirkan saksi Panji dan beberapa orang saksi lain nya.
semoga apa yang menjadi kejanggalan dalam persidangan terungkap,termasuk penyebab luka tusukan di leher Indra dan rencana perang besar yang sering terdegar di Camp Unit Reaksi Cepat PT.Wirakarya Sakti.

Posting Komentar

[disqus][facebook][blogger]

Author Name

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.