Walhi: Pembangunan Kota Jambi tidak sesuai RTRW


.....Banjir di Kota Jambi hari ini (5/9) bukan karena air kiriman dari wilayah hulu Sungai Batanghari, melainkan akibat dari alih fungsi lahan dan tidak sesuainya pembangunan dengan RTRW...

Jambi, (Antara Jambi) - Kota Jambi rawan banjir akibat 70 persen pembangunannya tidak sesuai dengan rencana tata ruang wilayah (RTRW), kata Direktur Eksekutif Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Jambi, Musri Nauli, Kamis.

Menurut dia, dampak dari ketidaksesuaian antara pembangunan kota dengan RTRW dapat menyebabkan bencana bagi masyarakat, seperti banjir yang telah seringkali terjadi.

"Banjir di Kota Jambi hari ini (5/9) bukan karena air kiriman dari wilayah hulu Sungai Batanghari, melainkan akibat dari alih fungsi lahan dan tidak sesuainya pembangunan dengan RTRW. Hampir 70 persen pembangunan di kota ini tidak sesuai dengan RTRW," kata dia.

Menurut Musri, persoalan itu sudah disampaikan ke Panitia Khusus Ranperda RTRW 2013 di DPRD Kota Jambi dalam dengar pendapat pembahasan rancangan perda itu beberapa waktu lalu.

"Saya sampaikan ke pansus bahwa dalam ranperda yang mereka susun masih banyak kejanggalan-kejanggalan yang tidak sesuai dengan kenyataan," lanjutnya.

Salah satunya, ujar Musri, wilayah resapan air di Sungai Maram yang dijadikan Hotel Abadi, merupakan penyebab banjir di Jelutung, pasar, dan sekitarnya.

Seharusnya, wilayah resapan air dijaga dan siapa saja tidak diperbolehkan menimbun dan mendirikan bangunan di atasnya, ucap dia.

"Bangunan-bangunan seperti itu (Hotel Abadi) harus ditertibkan, termasuk ruko-ruko yang saat ini sangat banyak berdiri di Jambi tanpa memperhatikan fungsi lahan dan peruntukannya," ucap pengacara ini.

Dipaparkan Musri, pihaknya sedang mengkaji dan mempelajari persoalan itu lebih mendalam dan berencana menggugat Pemkot Jambi, Perda RTRW dan pihak-pihak yang terlibat dalam perusakan lingkungan di Kota Jambi.     

Ranperda Tata Ruang, lanjut dia, belum menyentuh berbagai ketentuan dalam aturan, seperti Undang Undang Lingkungan Hidup, salah satunya tentang ruang terbuka hijau.

"Saya bersama teman-teman aktivis lingkungan lainnya di Jambi sedang mengkaji dan mempersiapkan perlawanan, serta akan menggugat Pemkot Jambi dan pihak-pihak lain yang terlibat di dalam perusakan lingkungan ini," tegasnya.

Kamis (5/9) sejumlah rumah di beberapa wilayah dalam Kota Jambi tergenang air akibat hujan yang selama hampir 2 jam lebih sejak sore. (Ant)

Posting Komentar

[disqus][facebook][blogger]

Author Name

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.