Sabtu, 06 Februari 2016

Walhi Sayangkan Konsorsium NGO di PT ABT

Jambi, Walhi Jambi mengungkapkan rasa sesalnya atas keterlibatan rekan-rekannya sesama lembaga NGO lingkungan dalam Restorasi Ekosistem di bawah bendera PT Alam Bukit Tigapuluh (ABT) di kawasan hutan desa Pemayungan kecamatan Sumay Kabuaten Tebo.
“Kita rasa kita wajar menyayangkan kehadiran rekan-rekan kita sesama NGO di konsorsium PT ABT yang hendak menyerobot kawasan hutan yang selama ini dikelola dengan baik oleh masyarakat setempat. Semestinya persoalan penolakan masyarakat terhadap keberadaan koorporasi konsorsium ini tidak terjadi,” kata Musri Nauli, Direktur Walhi Jambi, Kamis (04/02).
Pasalnya, tambah dia, sebagai NGO yang sebelumnya juga adalah para aktivis gerakan konservasi lingkungan sudah pastinya teramat mengetahui mekanisme, regulasi, maupun situasi kondisi sosial masyarakat, pendeknya mereka pasti sudah tahu apa yang semestinya dilakukan terkait hal transparansi pemberdayaan masyarakat dan adat.

Kamis, 04 Februari 2016

Siaran Pers, Penolakan PT.Alam Bukit Tiga Puluh Di Wilayah Administrasi Desa Pemayungan


WALHI Jambi - Jambi , 4 Februari 2016. Masyarakat Desa Pemayungan menolak rencana Penguasaan wilayah kelola mereka oleh PT. Alam Bukit Tiga Puluh (PT.AB 30),Perusahaan ini didirikan oleh Koalisi WWF, Frankfurt Zoological Society (FZS) dan The Orangutan Project (TOP), masuknya perusahaan tidak ada penjelasan dan sosialisasi terkait rencana mereka di Desa Pemayungan.  Selain itu ancaman terhadap wilayah kelola mereka akan menjadi lebih sempit ,ketika kawasan yang selama ini mereka kelola sudah dikuasai oleh PT. ABT.Maka sudah bisa dipastikan mereka tidak akan bisa memanfaatkan lagi lahan tersebut untuk dikelola, walaupun ada skema yang ditawarkan kepada masyarakat untuk bermitra dengan PT. ABT dengan mengganti jenis tanaman yang mereka kelola dengan jenis tanaman kehutanan dan kayu. Disamping itu hal lain yang akan muncul adalah pemanfaatan kayu alam untuk pemenuhan kebutuhan akan papan dan perumahan akan dipersulit, karena kayu yang selama ini dimanfaatkan masyarakat sudah pasti tidak bisa lagi ditebang dengan alasan masuk ke dalam izin PT. ABT.

Senin, 01 Februari 2016

Walhi Sebut Bencana Longsor Dampak Dari Kelalaian Pemerintah



Ilustrasi
Belakangan ini, berbagai bencana silih berganti melanda wilayah Jambi, mulai dari banjir hingga tanah longsor. Bahkan beberapa kejadian diantaranya sampai menimbulkan korban jiwa. 

Terkait hal ini, Direktur Eksekutif Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Jambi, Musri Nauli, mengatakan bencana tanah longsor maupun banjir

Kamis, 28 Januari 2016

Soal Badan Restorasi Gambut, Berikut Masukan Mereka

Kebakaran dan kerusakan gambut parah di berbagai daerah yang akan menjadi target restorasi BRG. Foto: Sapariah Saturi
Kebakaran dan kerusakan gambut parah di berbagai daerah yang akan menjadi target restorasi BRG. Foto: Sapariah Saturi
Presiden Joko Widodo resmi membentuk Badan Restorasi Gambut (BRG) dn menempatkan Nazir Foead, sebagai kepala. Dalam peraturan presiden soal BRG sudah jelas disebutkan restorasi di daerah mana saja dan target capaian per tahun. Bagaimana pandangan kalangan pegiat lingkungan terhadap badan baru ini?
I Nyoman Suryadiputra , Direktur Wetlands International Indonesia mengatakan, pada prinsipnya mendukung BRG meskipun tantangan bakal cukup kompleks.
“BRG harus diawali rekrut team kuat, berisi individu-individu kunci yang harus memiliki pengalaman lapangan terutama kegiatan rewetting,” katanya saat dihubungiMongabay, akhir pekan lalu.
Dia berharap, BRG bisa mengoordinasikan pihak terkait seperti Kementerian Pekerjaan Umum, Kementerian Pertanian, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, pemerintah daerah, bahkan TNI/Polri.
“Saya usulkan BRG diperkuat tim penasehat diwakili stakeholder terkait seperti swasta, organisasi masyarakat sipil, pakar gambut dan lain-lain.”

Senin, 25 Januari 2016

Warga Jambi Akan Gugat Perusahaan Penyebab Kebakaran Hutan Rp 5000 Triliun

Foto: greeners.co/Danny Kosasih
Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) tengah mengupayakan jalur hukum dalam bentuk gugatan terhadap 18 perusahaan yang mengakibatkan kebakaran hutan dan lahan di 20 desa pada lima Kabupaten di Provinsi Jambi, Sumatera.
Musri Nauli, Direktur Eksekutif Walhi Jambi, mengatakan, nantinya gugatan tersebut akan diajukan oleh 100 orang warga terhadap lima grup perusahaan besar Hutan Tanaman Industri (HTI) yang terdiri dari grup Asia Pulp and Paper (APP) dan Barito Pasific Grup. Sedangkan perusahaan besar swasta (PBS) sawit terdiri dari perusahaan Golden Agri Resources (GAR) dan Sime Darby serta tiga perusahaan penyuplai milik Wilmar Indonesia yaitu PT Bukit Bintang Sawit (BBS), PT Bara Eka Prima (BEP) dan PT Wana Sepojen Indah (WSI).